Banyak orang mengira bahwa masalah penglihatan hanya sebatas rabun jauh (mata minus). Padahal, ada kondisi kebalikannya yang disebut rabun dekat atau hipermetropi, lebih dikenal awam sebagai mata plus. Berbeda dengan mata minus yang membuat objek jauh kabur, hipermetropi membuat mata sulit fokus pada objek jarak dekat.
Kondisi ini seringkali disamakan dengan “rabun tua” (presbiopia), padahal keduanya berbeda. Mari kita pahami lebih lanjut apa itu hipermetropi, apa saja penyebab rabun dekat, dan gejalanya.
Gejala Umum Rabun Dekat (Hipermetropi)
Gejala utama hipermetropi adalah mata harus bekerja ekstra keras untuk fokus pada jarak dekat. Tanda-tandanya meliputi:
- Objek jarak dekat (seperti tulisan di buku atau HP) terlihat kabur.
- Mata terasa tegang, perih, atau lelah (eye strain) setelah beraktivitas jarak dekat seperti membaca atau menjahit.
- Sering sakit kepala atau pusing setelah fokus bekerja.
- Perlu menyipitkan mata untuk melihat objek dekat dengan lebih jelas.
- Pada anak-anak, bisa jadi salah satu tanda mereka butuh kacamata adalah jika mereka malas membaca.
Apa Bedanya dengan Rabun Tua (Presbiopia)?
Ini adalah kebingungan yang paling umum. Keduanya sama-sama membuat sulit membaca dekat, tapi penyebabnya berbeda:
- Rabun Dekat (Hipermetropi): Disebabkan oleh kelainan bentuk mata (bola mata terlalu pendek atau kornea terlalu datar). Cahaya fokus di *belakang* retina. Ini bisa terjadi sejak lahir atau pada usia muda.
- Rabun Tua (Presbiopia): Disebabkan oleh faktor penuaan. Lensa mata menjadi kaku dan kehilangan elastisitasnya, sehingga sulit berubah bentuk untuk fokus dekat. Ini biasanya mulai terjadi di usia 40 tahun ke atas. Solusinya adalah lensa progresif.
Penyebab Utama Rabun Dekat
Penyebab utama hipermetropi hampir selalu bersifat bawaan atau genetik. Ini bukan sesuatu yang disebabkan oleh kebiasaan membaca, melainkan karena anatomi mata Anda:
- Bola Mata Terlalu Pendek: Ini penyebab paling umum. Jarak antara kornea dan retina yang terlalu pendek membuat titik fokus cahaya jatuh di belakang retina.
- Kornea Terlalu Datar: Kelengkungan kornea yang tidak cukup (terlalu datar) juga menyebabkan pembiasan cahaya yang kurang kuat.
Bagaimana Solusinya?
Rabun dekat (hipermetropi) dikoreksi dengan menggunakan kacamata berlensa cembung (konveks) atau lensa plus. Lensa ini akan membantu “memajukan” titik fokus cahaya agar jatuh tepat di retina, sehingga penglihatan dekat Anda kembali jernih dan mata tidak perlu bekerja sekeras sebelumnya.
Memilih jenis lensa kacamata yang tepat, seperti menambahkan lapisan blueray jika Anda juga sering menggunakan gadget, akan sangat meningkatkan kenyamanan Anda.
Kacamata Aviator
Kacamata Unisex
Kacamata Cat Eye
Penglihatan Dekat Mulai Tidak Nyaman?
Jangan biarkan mata lelah mengganggu produktivitas Anda. Dapatkan pemeriksaan mata gratis untuk mengetahui apakah Anda menderita rabun dekat.
📍 Lihat Lokasi Toko
💬 Hubungi via WhatsApp
Atau jelajahi semua koleksi produk kami di sini.
Alamat: Jl. Tabanas No. 1, Nilasari, Pabelan, Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah.
Buka Setiap Hari, 08.00 – 21.00 WIB






