Seringkali pelanggan datang ke toko kami dengan keluhan “pandangan kabur”, namun bingung menjelaskan detailnya. Apakah buram melihat jauh? Atau justru buram melihat dekat? Atau mungkin bayangan terlihat berbayang?
Dalam dunia medis, gangguan penglihatan ini disebut Kelainan Refraksi Mata. Ini adalah kondisi di mana cahaya yang masuk ke mata tidak jatuh tepat di retina, sehingga gambar yang dikirim ke otak menjadi tidak fokus. Agar Anda tidak salah penanganan, mari kenali 4 jenis utamanya berikut ini.
1. Miopi (Rabun Jauh / Mata Minus) π
Ini adalah kelainan refraksi yang paling umum diderita, terutama oleh pelajar dan pekerja kantoran (sering disebut “penyakit orang modern”).
- Gejala: Jelas melihat objek dekat (baca buku/HP), tapi buram saat melihat objek jauh (papan tulis/rambu jalan).
- Penyebab: Bola mata terlalu panjang atau kornea terlalu cembung.
- Koreksi: Menggunakan Lensa Cekung (Minus). Untuk Anda yang aktif, pilihan frame kokoh seperti Frame Besi sangat disarankan agar lensa terlindungi dengan baik.
2. Hipermetropi (Rabun Dekat / Mata Plus) π
Sering tertukar dengan mata tua, padahal bisa menyerang anak-anak maupun dewasa muda.
- Gejala: Melihat jauh relatif jelas, tapi mata cepat lelah dan buram saat melihat objek dekat dalam waktu lama. Sering disertai sakit kepala di dahi.
- Penyebab: Bola mata terlalu pendek atau kornea terlalu datar.
- Koreksi: Menggunakan Lensa Cembung (Plus).
3. Astigmatisme (Mata Silinder) π
Berdasarkan data pencarian, kata kunci “mata silinder” memiliki volume pencarian yang sangat tinggi. Ini wajar karena gejalanya sangat mengganggu.
- Gejala: Objek terlihat berbayang atau ganda, baik jarak jauh maupun dekat. Garis lurus terlihat miring/bengkok. Sangat silau melihat lampu kendaraan di malam hari (efek pecah/starburst).
- Penyebab: Permukaan kornea tidak rata (lonjong seperti bola rugby, bukan bulat seperti bola basket).
- Koreksi: Menggunakan Lensa Silinder. Pilihan frame Kacamata Kotak biasanya memberikan area pandang yang lebih stabil untuk penderita silinder.
4. Presbiopia (Mata Tua) π΅π΄
Ini bukan penyakit, melainkan proses penuaan alami yang biasanya dimulai di usia 40 tahun ke atas.
- Gejala: Kesulitan membaca tulisan kecil pada jarak dekat (seperti menu atau pesan HP), sehingga harus menjauhkan objek tersebut (“tangan kurang panjang”).
- Penyebab: Lensa mata kehilangan kelenturannya (elastisitas berkurang).
- Koreksi: Menggunakan Lensa Plus Baca atau Lensa Progresif (untuk melihat jauh dan dekat sekaligus). Bapak-bapak biasanya cocok dengan model Kacamata Pria klasik untuk wibawa.
Lensa Kacamata
Lensa Kacamata
Mana yang Anda Alami?
Satu orang bisa mengalami kombinasi kelainan di atas (misalnya Minus + Silinder). Diagnosa yang tepat hanya bisa didapatkan melalui pemeriksaan refraksi yang akurat.
π Bingung Mata Kamu Minus atau Silinder?
Jangan asal tebak! Ketahui kondisi matamu dengan pasti lewat pemeriksaan Auto Refractometer & Trial Lens di Kacamata Solo. Gratis konsultasi dan garansi resep akurat!
π KACAMATA SOLO
Jl. Tabanas No.1, Gatak, Gonilan, Kec. Kartasura,
Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah 57169
Β


